Panduan Lengkap Pemetaan Menggunakan DJI Mavic 2 Pro

Pemetaan dengan menggunakan drone telah menjadi salah satu metode yang populer dalam berbagai industri, termasuk konstruksi, pertanian, survei tanah, dan banyak lagi. Proses pengerjaan yang cepat dan mudah, ditambah lagi biaya yang lebih murah dibanding dengan pengukuran terestis, maka semakin banyak orang menggunakan metoda pengukuran ini. Salah satu drone yang sangat populer untuk pemetaan adalah DJI Mavic 2 Pro. Kali ini, kami akan berbagi langkah-langkah dan tips dalam malaksanakan pemetaan yang akurat dan efisien menggunakan DJI Mavic 2 Pro.

1. Persiapan

Banyak pilihan tipe drone yang dijual dipasaran yang dapat digunakan untuk pekerjaan mapping. Salah satunya adalah DJI Mavic 2 pro yang pertama di rilis di Indonesia sekitar tahun 2018. DJI Mavic 2 Pro adalah drone kelas profesional yang dilengkapi dengan kamera berkualitas tinggi. Drone ini memiliki kemampuan untuk terbang dengan stabil dan presisi tinggi, serta mampu mengambil gambar dan video dengan resolusi tinggi. Dengan keunggulannya, DJI Mavic 2 Pro telah digunakan secara luas dalam berbagai proyek pemetaan di seluruh dunia.

1.1. Pemahaman tentang Drone dan Peraturan Penggunaan

Penting untuk memahami dengan baik tentang drone dan peraturan penggunaannya. Anda perlu mempelajari fitur-fitur drone ini, cara mengoperasikan, serta batasan teknis dan fungsionalnya. Pastikan untuk membaca petunjuk penggunaan terlebih dulu.

Selain itu, ketahui pula aturan dan regulasi terkait penggunaan drone di wilayah Anda. Setiap negara atau daerah memiliki peraturan yang berbeda terkait penggunaan drone, termasuk tentang izin terbang, ketinggian maksimum, jarak dari bandara atau fasilitas penting, serta privasi orang lain. Pastikan Anda mematuhi aturan yang berlaku untuk menjaga keselamatan dan keamanan.

1.2. Persiapan Fisik dan Teknis

Sebelum melakukan pemetaan, pastikan bahwa DJI Mavic 2 Pro dalam kondisi yang baik dan siap terbang. Periksa baterai drone dan pastikan kapasitasnya mencukupi untuk melakukan pemetaan yang diinginkan. Pastikan juga bahwa propeller dan bagian lainnya dalam kondisi yang baik dan tidak ada kerusakan yang dapat mempengaruhi kinerja drone.

Selain itu, pastikan Anda telah menginstal perangkat lunak pengendali drone, seperti aplikasi DJI GO 4, DroneDeploy, Pix4D, ataupun DJIPilot pada Smartphone anda yang akan digunakan untuk mengendalikan drone. Pastikan juga perangkat tersebut memiliki kapasitas penyimpanan yang cukup untuk menyimpan foto dan video hasil pemetaan.

1.3. Pemilihan Lokasi yang Tepat

Pemilihan lokasi yang tepat adalah faktor penting dalam keberhasilan pemetaan. Pilihlah lokasi yang sesuai dengan tujuan pemetaan Anda. Pastikan lokasi tersebut dapat diakses dengan aman dan sesuai dengan peraturan penggunaan drone yang berlaku. Lokasi lepas landas sebaiknya dipilih daerah yang tidak terlalu banyak pohon atau bangunan tinggi. Area pemetaan di sesuaikan dengan kemampuan battery drone dan kekuatan sinyal remote pada aplikasi pemetaan yang terpilih.

Selain itu, pertimbangkan juga kondisi cuaca saat memilih lokasi. Hindari melakukan pemetaan saat cuaca buruk, seperti hujan, angin kencang, atau kabut tebal. Kondisi cuaca yang baik akan memastikan kualitas hasil pemetaan yang lebih baik.

1.4. Rencanakan Area Pemetaan

Sebelum terbang, rencanakan penerbangan dengan matang. Tentukan area yang akan dipetakan dan buatlah rencana penerbangan yang mencakup rute, titik awal dan titik akhir penerbangan, serta ketinggian dan jarak yang akan digunakan. Hal ini akan membantu Anda mengoptimalkan pemetaan dan memastikan bahwa seluruh area yang diinginkan tercakup dengan baik.

Selain itu, tentukan juga titik kontrol dan titik fokus yang akan ditandai selama penerbangan. Titik kontrol adalah titik-titik penting yang akan digunakan sebagai acuan dalam pengolahan data pemetaan. Titik fokus adalah titik-titik yang ingin dipetakan dengan lebih detail.

Dengan persiapan yang baik sebelum memulai pemetaan, Anda akan dapat melaksanakan kegiatan dengan lebih teratur, efisien, dan aman. Pastikan untuk selalu mematuhi aturan dan regulasi yang berlaku serta menjaga keselamatan saat menggunakan DJI Mavic 2 Pro.

1.5 Ground Control Point (GCP)

GCP (Ground Control Point) merupakan titik-titik kontrol yang terletak di permukaan bumi dan digunakan dalam pemetaan udara atau fotogrametri untuk menjaga akurasi dan presisi hasil pemetaan. GCP digunakan untuk mengoreksi distorsi yang terjadi pada citra udara dan melakukan koreksi geometrik pada citra udara sehingga dapat menghasilkan peta dengan akurasi yang tinggi.

GCP harus dipilih di area yang representatif dan tersebar secara merata di seluruh wilayah pemetaan. Jumlah GCP yang digunakan harus mencukupi untuk menghasilkan pemetaan yang akurat, namun tidak terlalu banyak sehingga menjadi biaya yang tidak efisien. Jumlah GCP yang direkomendasikan tergantung pada kompleksitas wilayah pemetaan dan tujuan penggunaan pemetaan tersebut.

2. Teknik Pemetaan dengan DJI Mavic 2 Pro

Dalam bagian ini, akan dijelaskan teknik-teknik dan metode yang dapat digunakan saat melakukan pemetaan dengan DJI Mavic 2 Pro. Pilih mode penerbangan yang sesuai dengan kebutuhan pemetaan, atur pengaturan kamera untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, dan manfaatkan fitur titik kontrol untuk memastikan pengambilan data yang sistematis dan akurat. Selain itu, kita juga akan membahas proses pengolahan data pemetaan setelah pemetaan selesai dilakukan.

2.1. Mode Penerbangan yang Tepat

DJI Mavic 2 Pro dilengkapi dengan beberapa mode penerbangan yang dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pemetaan. Salah satu mode yang sering digunakan adalah Mode Penerbangan Otonom. Mode ini memungkinkan drone untuk terbang secara otomatis mengikuti jalur yang telah ditentukan sebelumnya, memastikan konsistensi dan akurasi dalam pengambilan data. Selain itu, terdapat juga Mode Penerbangan Manual yang memberikan kontrol penuh kepada pengguna untuk melakukan pemetaan dengan lebih fleksibel.

2.2. Pengaturan Kamera yang Optimal

Dalam pemetaan dengan DJI Mavic 2 Pro, pengaturan kamera yang optimal sangat penting untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Beberapa pengaturan yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Resolusi dan Format Gambar: Pilih resolusi yang sesuai dengan kebutuhan Anda, misalnya resolusi tinggi untuk detail yang lebih baik. Format RAW juga dapat digunakan untuk pemrosesan lebih lanjut.
  • Bukaan (Aperture): Sesuaikan bukaan kamera untuk mengontrol kedalaman bidang dan memastikan fokus yang tajam pada objek yang dipetakan.
  • Kompensasi Eksposur: Atur kompensasi eksposur jika diperlukan untuk mengkompensasi kondisi pencahayaan yang berbeda saat pemetaan dilakukan.
  • Pengaturan Warna: Pilih pengaturan warna yang sesuai untuk mencapai reproduksi warna yang akurat pada hasil pemetaan.

2.3. Manfaatkan Fitur Titik Kontrol

DJI Mavic 2 Pro dilengkapi dengan fitur titik kontrol yang memungkinkan Anda menandai titik-titik tertentu dalam pemetaan. Fitur ini sangat berguna dalam mengumpulkan data dengan sistematis dan akurat. Anda dapat menandai titik-titik seperti titik awal penerbangan, titik akhir penerbangan, titik referensi, dan titik fokus tertentu yang ingin dipetakan dengan lebih detail. Dengan menggunakan fitur ini, Anda dapat meningkatkan efisiensi dan keakuratan pemetaan.

2.4. Pengolahan Data Pemetaan

Setelah pemetaan selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah pengolahan data yang telah dikumpulkan. DJI Mavic 2 Pro umumnya menyediakan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk pengolahan data pemetaan, seperti DJI Terra. Perangkat lunak ini memungkinkan Anda untuk menggabungkan dan memproses data pemetaan menjadi peta yang lebih komprehensif. Anda dapat melakukan pemrosesan citra, penggabungan data dari beberapa penerbangan, serta mengekstrak informasi dan analisis tambahan dari data pemetaan.


Click here

Leave a Comment